cita-citaku berbentuk lingkaran.
tapi tidak benar-benar bulat amat. kata bapakku,
agak sedikit lonjong. ibuku membenarkan, lonjong tirus.
orang bilang cita-citaku segitiga,
tentu aku marah. aku tahu mereka cuma menebak,
tebakan yang benar. tapi aku tak suka segitiga. aku lebih suka lingkaran. sedikit lonjong dan tirus.
orang-orang menuduhku penjahat. mereka menuntut aku
dijebloskan ke bui. seperti pengemplang pajak. padahal aku hanya benci segitiga. cuma benci saja tak lebih.
empat hari aku terpaksa tidur di bui.
sebelum kepalu ditembak peluru karet.
Surabaya, Penghujung angka dua 2011